Pusing menonton film tiga dimensi? Jangan khawatir. Dengan perkembangan
teknologi saat ini, layar televisi tiga dimensi dirancang menyajikan
konten yang semakin nyaman dilihat mata.
LG Electronics misalnya menyebut produk televisi tiga dimensi
terbarunya, Cinema 3D TV, sebagai next generation 3D TV karena bisa
menjadi jawaban akan ketidaknyamanan menonton TV 3D masa kini. Misalnya
masalah kelelahan mata, beratnya kaca mata, dan terbatasnya sudut
penglihatan.
Flat Panel display Manager LG Electronics Eko Adhi Suyitno mengatakan,
keunggulan Cinema 3D TV ada pada tiga hal, yakni kenyamanan mata,
kenyamanan kaca mata, serta kenyamanan penggunaan. Ketiga kenyamanan
diupayakan dengan inovasi pada kaca mata dan teknologi konversi gambar
dari 2D menjadi 3D yang lebih dalam.
"Ini beda dengan TV 3D biasa. TV 3D biasa berkedip 60 kali tiap
detiknya, sehingga mata menjadi lelah. LG telah bersertifikasi bebas
kedipan," ungkap Eko pada peluncurannya, Senin (11/4/2011) di Jakarta.
Menghilangan kedipan meningkatkan kenyamanan mata. Kenyamanan mata juga
ditunjang dengan gambar yang 2 kali lebih terang dari TV 3D
konvensional.
Penglihatan juga dibuat lebih nyaman sebab gambar bisa dilihat dari
beragam sudut pandang. "Biasanya kan kita harus menonton 0 derajat,
tegak. Dengan produk LG ini kita bisa menonton dengan sudut pandang yang
lebih luas," ujar Eko. Penonton tak harus duduk tegak lurus bidang
layar, tetapi bisa dalam posisi bersender dan berbaring.
Sementara itu, kenyamanan kaca mata diupayakan dengan meringankan
beratnya. Kaca mata 3D konvensional memiliki berat 40 gram, sementara
kaca mata yang digunakan oleh Cinema 3D TV hanya memiliki berat 16 gram.
"Ini bisa mengurangi rasa capek karena harus memakai kacamata yang
berat selama menonton," ungkap Eko.
Kaca mata yang digunakan oleh produk ini juga tak menggunakan baterai.
Ini mendukung kenyamanan sebab bebas dari gelombang elektromagnetik dan
pengguna tak perlu repot mengisi ulang baterai. Satu hal terpenting
lainnya, kaca mata yang digunakan juga nyaman di kantung dengan harga
yang lebih terjangkau. Pengguna bisa membeli sebanyak anggota keluarga.
Eko mengatakan, keunggulan dalam penggunaan dilakukan dengan inovasi
konversi gambar dari 2D ke 3D. "Konversi gambar dari 2D ke 3D sampai 20
level kedalaman, ini berbeda dengan TV 3D lainnya yang hanya sampai 10
kedalaman," kata Eko. Dengan hal ini, keterbatasan konten 3D bisa
diatasi dengan tetap mengutamakan kualitas gambar.
Cinema 3D TV memiliki teknologi Film Patterned Retarder (FPR). Denga
teknologi tersebut, lapisan khusus digunakan pada layar TV sehingga bisa
memproduksi gambar 3D. Teknologi LG ini menjawab masalah yang muncul
saat TV 3D dengan kacamata masih menyebabkan kelelahan sementara TV 3D
tanpa kacamata yang belum sempurna.
Selain Cinema 3D TV, LG juga menawarkan Smart TV. Televisi itu
dilengkapi remote control yang bisa dioperasikan cuma dengan satu klik.
Selain itu juga dilengkapi dengan fitur smart share yang memungkinkan
pemindahan konten dari PC ke TV dan streaming nirkabel dari perangkat
yang kompatibel. Terakhir, Smart TV juga menawarkan konten top di
Indonesia.
Sumber: http://tekno.kompas.com/read/2011/04/13/0020476/Televisi.3D.Sekarang.Lebih.Nyaman.di.Mata
Tidak ada komentar:
Posting Komentar